This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, March 15, 2016

Kisah Nyata




Ahong sedang dalam perjalanan ke Jakarta dengan bis malam.

Seorg kakek tua naik dan menawarkan buku2 kepada penumpang.

“Bukunya nak? Ada macam2 nih. Buku silat, cinta2an, agama, dll”, ujar si kakek.

Ahong yg sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku horor ga kek?”

“Oh suka cerita horor ya? Kebetulan sisa satu, Pas lagi ceritanya. Tentang  bis yg ditinggali banyak arwah penasaran.

Judulnya ‘PENUNGGU BIS BERDARAH'. Serem banget pokoknya.”

“Boleh juga tuh berapa harganya kek?”

“Rp95.000, nak”

“Wow, mahal banget, kek”.

“Ya namanya juga buku Best Seller. Semua yg baca buku ini kabarnya syok loh waktu baca endingnya”, si kakek promosi ala salesman.

Ahong pun mengalah.

Entah kenapa, pada saat ia serahkan uang tersebut ke kakek, tiba2 petir menggelegar.

Angin mulai bertiup kencang.

Si kakek turun dari bis, namun tiba2 berhenti dan menolehkan wajahnya pelan2 ke Ahong.

“Nak”, ujarnya lirih, “apa pun yg terjadi, harap jangan buka halaman terakhir.

Ingat, apapun yg terjadi.

Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.”

Jantung Ahong berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan.

Pada saat tengah malam, Ahong selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir.

Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek, buku itu benar2 menegangkan dan menyeramkan.

Bis melaju kencang, hujan turun deras. Kilat menyambar bergantian, terdengar suara guruh menggelegar. Ahong melihat sekeliling dan ternyata smua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya merinding.

“Baca halaman terakhirnya ga ya?”, pikir Ahong bimbang. Antara penasaran dan rasa takut berbaur jadi satu. Di luar malam tampak makin gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”

Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir buku tersebut secara perlahan.

Dan akhirnya tampak lembaran kosong dengan sepotong tulisan di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Ahong membaca huruf demi huruf:

PENUNGGU BIS BERDARAH.
Terbitan CV. Pustaka Karya
Harga Pas: Rp. 10.500 ...

Monday, March 14, 2016

Renungan dari kawan Betawi : Praktek Beragama Seperti di Pesawat Terbang: Apa Agama Pilot?

Mengikuti rekomendasi seorang teman istri saya, belakangan ini saya menyukai Sriwijaya Air untuk perjalanan rutin Bali - Jakarta. Ada yang menarik: setiap menjelang lepas landas, para penumpang diajak berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kalau penerbangan mulus-mulus saja, ajakan ini barangkali bermakna biasa-biasa saja. Kalau cuaca buruk, doa menjadi tumpuan harapan untuk menguatkan keyakinan akan keunggulan teknologi penerbangan dan kompetensi pilot, kopilot, serta pemandu penerbangan yang ada di bandara.

Dalam suatu penerbangan malam ke Cengkareng dari Denpasar bulan Januari lalu, pesawat mendarat di tengah hujan lebat setelah sebelumnya putar-putar di langit berawan tebal karena bandara tidak aman untuk didarati. Situasi sangat mencekam. Belum pernah saya merasakan keringat dingin getir seperti itu. Ternyata saya juga takut mati, walau selalu pasrah. Di sekeliling saya sebagian besar penumpang memejamkan mata. Dari gerak tangan, banyak yang tampak berdoa. Nama Allah juga disebut-sebut. 



Ternyata manusia-manusia yang berbeda agama bisa berdoa bersama. Pesawat terbang adalah salah satu dari begitu banyak ruang publik yang tidak mempersoalkan agama. Di 'boarding pass' tidak ada kolom agama. Walau harus tunjukkan kartu identitas, seringkali KTP, kolom agama tidak dibahas. Dan, saya belum pernah mendengar ada calon penumpang yang bertanya, "Pilotnya agama apa?" Padahal, kalau keselamatan penerbangan adalah wujud terkabulnya permohonan kepada Tuhan, karunia keselamatan itu terjadi lewat pilot yang kita tidak ketahui namanya, pilot yang kita doakan tanpa kita ketahui agamanya, pilot yang tidak kita adili kualitas moralnya menggunakan ajaran moral agama kita. Belum pernah juga ada yang menolak naik pesawat terbang gara-gara pesawat terbang dibuat oleh orang-orang yang tidak seagama. Saat duduk di kursi pesawat, kita yakin semua pemangku kepentingan melakukan kewajibannya dengan kehendak baik untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Saya mungkin ada di golongan para naif, mendambakan kehidupan beragama seperti di dalam pesawat terbang. Kita pilih pesawat karena yakin akan profesionalisme dunia penerbangan, komitmen maskapai pada keselamatan, kecakapan pilot, kopilot serta awak-awak pesawat, bukan karena agama. Mungkin saya naif jika berharap agama dikembalikan ke tempatnya yang suci, sebagai suluh perilaku, bukan sekedar identitas pengkotak-kotakan masyarakat yang rentan dijadikan tunggangan untuk merebut kuasa dan sumber-sumber ekonomi.

Salam dari Mbetawi,
13 Maret 2016

Kebakaran di Ruang Tabung Chamber Pulau Miangas Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat.


Sejenis chamber yang terbakar.

Pada  14 Maret 2016 pkl 13.00 Wib telah terjadi kebakaran di ruang RUBT RSAL Mintoharjo Jakarta yg diduga akibat konseleting listrik shg menimbulkan asap putih tebal dan pasien yg ada di dalam tabung oksigen ikut terbakar dan tidak dapat diselamatkan.

Pasien tsb diantaranya : 
1. Nama :  Abubakar Nataprawira.
TTL : Bandung, 27-06-1951.
Alamat : Villa Permata Gading Blok M No.21 Jakut.
Pekerjaan : Irjen Pol ( Purn ) Nrp. 51060124.

2. Nama :  Edi Suwandi.
Tgl lahir : 28- 12-1949.
Alamat. :  Pondok Jingga Mas II F4 No.16 Grand Galaxy Bekasi.

3.  Nama : dr. Dimas Qadar Radityo (pendamping Bpk. Edi Suwandi ).
Tgl lahir : 26-2-1988.
Alamat :  Pondok Timur Mas F4/16.

4.   Nama. : Sulistyo DR.M.PD.
Tgl lahir : 12-02-1962.
Alamat : Jln. Karang Ingat Raya No.8 Semarang

Pkl.14.00 Wib korban dapat dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSAL Mintoharjo sedangkan untuk Petugas dan Penunggu yg ada di ruang RUBT langsung dievakuasi ke UGD RSAL Mintoharjo untuk mendapat perawatan intensif akibat asap, diantaranya :

1. Ny. Eli
2. Ny. Lanasari
3. Nn. Almina
4. Ny. Tiskem
5. Tn. Wiman
6. Tn. Mukti
7. Ny. Minarmi
8. Nn. Nunung
9. Nn. Ana
10. Tn. Hari
11. PNS Sri anggota RUBT RSAL Mintoharjo.
12. Siswa Akper Hangtuah Jkt ( nama menyusul )
13. Tn. Kusno
14.  Ny. Eka
15. PNS Wien anggota RUBT RSAL Mintoharjo.
16. Ny. Kita
17.  Serma Ahmad Yani anggota RUBT RSAL Mintoharjo.

Sunday, March 13, 2016

5 Level Kepemimpinan

Saya beranggapan bahwa sejauh ini Anda sudah mulai memiliki gambaran tentang leadership/kepemimpinan dari informasi yang saya kemukakan sebelumnya. Konsep tentang kepemimpinan sebenarnya begitu kaya dan rumit tetapi dapat disederhanakan menjadi 5 tingkatan. Dimulai dari :

Level 1 : Position

Kepemimpinan dasar (Rights/hak)
Maksudnya adalah orang mau mengikuti Anda karena mereka memang harus melakukan hal tersebut atau lebih mudahnya dapat disebut sebagai pemimpin yang hanya mengandalkan jabatannya.

Note : Semakin lama Anda bertahan disini, semakin tinggi perputaran karyawan dan semakin rendah semangat juangnya.

Level 2 : Permission

Perkenanan (Relationships/hubungan ) : Orang mau mengikut Anda karena mereka ingin melakukan hal tersebut.

Note : Orang akan mengikuti Anda hingga melampaui wewenang yang ditetapkan kepada Anda. Di level ini, mungkin pekerjaan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tetapi semakin lama Anda bertahan disini, Anda dapat membuat orang-orang disekitar Anda yang bermotivasi tinggi menjadi gelisah.

Level 3 : Production

Produktivitas (Results/hasil) : Orang mau mengikuti Anda karena apa yang telah Anda lakukan untuk organisasi tersebut.

Note : Di level ini biasanya kesuksesan sudah bisa dirasakan oleh sebagian besar orang. Mereka menyukai Anda dan mereka juga menyukai apa yang telah Anda lakukan.

Level 4 : People Development

Mengembangkan orang lain (Reproduction/reproduksi) : Disini orang mau mengikuti Anda karena apa yang telah Anda lakukan untuk mereka.

Note : Disini tempat pertumbuhan jangka panjang terjadi. Hal ini disebabkan karena komitmen Anda untuk mengembangkan para pemimpin yang akan menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan bagi suatu organisasi dan manusia didalamnya.

Level 5 : Pinnacle

Puncak kepemimpinan (Respect/rasa hormat) : Orang mau mengikuti Anda karena siapa Anda dan apa yang Anda representasikan.

Note : Di level ini biasanya pemimpin sudah menghabiskan waktunya bertahun-tahun untuk mengembangkan orang lain dan organisasi. Hanya sedikit yang berhasil, tetapi mereka yang berhasil adalah orang-orang yang mengagumkan.

Oke, sekarang Anda pasti sudah mulai bisa mengkira-kira diposisi manakah Anda saat ini. Jika Anda masih di rentang level 1 hingga 4, sudah saatnya Anda mulai memikirkannya lebih serius sehingga Anda dapat level up ke tingkat yang lebih tinggi. Jangan lupa, rasakan perbedaan tiap level Anda memimpin sehingga kelak Anda juga dapat berbagi pengetahuan ini kepada rekan Anda sehingga rekan Anda juga dapat level up.!

*disarikan dr John Maxwell

BAHASA INGGRIS ORANG INDONESIA

Percakapan orang Indonesia.

Pagi ini sambil menunggu pesawat ke Singapore di Ruang Tunggu Terminal 2 F Bandara Soetta saya mendengar ada percakapan dalam bahasa Inggris di kursi sebelah. 
    
Seorang anak muda yang penampilannya lumayan cool, mengobrol dengan seorang bule. Mungkin sekadar membunuh waktu atau, mumpung ada kesempatan.
    
"Where are you going?" si bule membuka percakapan.
    
"To Yogya, Mister" jawab sang pemuda.
    
"What's the occasion?"
    
"Attending a wedding party, Mister!" jawab si pemuda sudah mulai 'pede'.
    
"Wow!" kata si bule setengah berteriak. "It must be quite interesting. Whose wedding party is that?" tambahnya.
    
"My father's party!" jwb si pemuda.
    
"Oh... so your dad's getting married again, huh?!" kata si bule seperti bergumam.
    
"No..no...no ..mister!" jawab si pemuda mulai agak bingung dan gugup.
    
"But you said it's your dad's wedding party?" kata si bule menegaskan.
     
"Ah.. I mean.. my dad has a.. a.. wedding download party.. Mister!" kata si pemuda tergopoh-gopoh.....

 "???!!!###::!!!..What!!!" kali ini si bule benar-benar puyeng ngga paham apa yang dikatakan lawan bicaranya.
************
    

Usut punya usut, ternyata yang dimaksud dengan "Wedding Download" oleh pemuda tersebut adalah, bahwa ayahnya "Ngunduh Mantu"... (saya juga tidak tahu apa bahasa Inggrisnya yang pas....?)

Kata-kata Terakhir Steve Jobs Sebelum Meninggal

Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan.

Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku, kekayaan, nama, dan kedudukan, semuanya itu tidak ada artinya lagi.

Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku.

Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya untuk digunakan dirinya saja itu sudah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas itu bagaikan monster yang mengerikan.

Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yg datang dari kehidupan yg mewah — itu hanya ilusi saja.

Harta kekayaan yg aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang.

Ranjang apa yg termahal di dunia ini? Ranjang org sakit. Org lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.

Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya.

Kita berjalan di jalan kehidupan ini. Dengan jalannya waktu, suatu saat akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentas pun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.

Yg patut kita hargai dan sayangkan adh hubungan kasih antar keluarga, cinta suami-istri juga kasih persahabatan antar teman.


HARGAI SETIAP DETIK DALAM KEHIDUPAN KITA, ISI HIDUP KITA DENGAN PERKARA PERKARA YANG TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG. 

SAYA BUKAN ORANG BUTA...

"Apa anda ini di bayar sama Ahok untuk kampanye ?"

Pertanyaan ini muncul waktu seminar kemarin di Pamulang saat saya diundang jadi pembicara. 

Saya selalu ketawa kalau mendengar pertanyaan ini. Kenapa ukuran melakukan sesuatu itu harus bersifat materi ? Apakah sudah begitu parahnya sikap skeptis di masyarakat kita terhadap nilai2 sehingga ukuran nilai selalu harus bersifat materi ?

Buat saya, Ahok adalah seorang revolusioner. Ia Che guevara di bidangnya. Ia Soekarno di tempatnya. Ia Mahatma Gandhi dalam geraknya. Sebuah pemberontakan terhadap budaya maling yang sudah menjadi tradisi di negara ini sehingga dikenal dengan nama "Negeri para bedebah". 

Sepak terjangnya membakar sarang tikus adalah tindakan yg fenomenal, dimana di daerah lain begitu tenangnya karena semua mendapat jatah yang sama. Keberpihakannya kepada rakyat kecil dengan memindahkan mereka dr tempat kumuh yang dikelola bangsat berkaki dua ke rumah susun yang layak sekalian memberinya usaha, adalah mengembalikan kemanusiaan yang telah lama hilang di hati pejabat2 kita.

Ahok itu anomali. Ia hadir di tengah2 mayoritas muslim yang berperilaku munafikin, dan mengembalikan nilai2 yang sebenarnya menjadi nilai dasar Islam yg sudah lama tenggelam, yaitu keadilan. Ia berperang dengan semua kelemahannya. Ia mengangkat gaji penyapu jalan dan penjaga kubur smp pada tingkat kelayakan.

Lalu, kenapa saya tidak membela Ahok ? Lalu, kenapa saya tidak meng-kampanyekan dia ? Lalu, kenapa saya tidak memberikan suara saya untuk dia ?

"Trus, apa bayarannya untuk abang ?" Keberpihakan pada yang benar, itu sudah cukup.  Saya tidak buta...

Imam Ali as berkata " Kejahatan tumbuh bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena diamnya orang2 baik.." Dan saya tidak mau menjadi orang diam ketika satu tokoh muncul dengan segala upayanya untuk mengembalikan semua ke tempat yang semestinya. Saya harus ikut berjuang bersama mereka di ranah yang saya bisa. 

Apakah itu salah ?

Saya salah ketika saya tidak bersuara. Saya salah ketika hanya menggerutu pada situasi tapi tidak ikut mendorong perubahan. Saya salah ketika mendukung orang2 yang sibuk menjatuhkan Ahok, bukan sibuk dengan visinya untuk Jakarta. Saya salah ketika seorang sudah berani berada di jalur independen, jalur anti mainstream untuk berjuang dan saya jadi pecundang dengan hanya berkata "saya netral..." 

Saya salah ketika tidak mengatakan benar ya benar. Saya salah ketika tidak mampu melihat kebenaran.

Perlukan uang untuk membayar semua itu ? Sama sekali tidak. Uang tidak bisa membeli hati nurani. Buat saya cukuplah secangkir kopi hitam yang menyadarkan bahwa nilai seorang manusia terletak dari bagaimana ia memegang prinsip keadilan dalam hidupnya.

"Kebenaran itu tidak bisa dilihat dari individu2-nya. Llihatlah kebenaran dari kebenaran itu sendiri.." Imam Ali as.

Sudah saatnya bergerak, bergeraklah atau selalu hidup dalam keraguan..

DENNY SIREGAR